Pelatih Portugal Cermati Gempuran N’Golo Kante – Tim nasional Portugal akan mainkan pertandingan paling akhir di Group F Euro 2020 menantang Prancis. Pertandingan ulangan final Euro 2006 ini akan diadakan di Stadion Puskas Tempat, Portugal perlu kemenangan, atau sekurang-kurangnya hasil seimbang, untuk lolos ke set 16 Besar. Sementara, Prancis sudah tentu maju ke set 16 Besar, minimum sebagai team rangking ke-3 terbaik.

Pelatih Portugal, Fernando Santos mempersiapkan teamnya dengan benar-benar intens menjelang tanding ini. Santos akui telah lakukan analitis pada style bermain Prancis, khususnya langkah mereka serang.

Pelatih Portugal Cermati Gempuran N'Golo Kante

Cermati Gempuran Kante

Menurut Santos, ia menyaksikan tiga pertandingan paling akhir Prancis dan membuat analitis. Pelatih 66 tahun juga merasakan Prancis mainkan sepak bola yang lain. Karena, ada Karim Benzema di baris depan yang mengganti beberapa hal.

“Dengan Benzema di atas lapangan, Griezmann berpindah ke kanan. Awalnya itu lebih mirip berlian, dan dalam tiga pertandingan inilah tiba dari dalam, banyak di koridor tengah,” kata Santos.

Baca Juga:  Allegri Ingin Pjanic Kembali lagi ke Juventus?

Santos menambah, gempuran Prancis bukan hanya bertopang pada tiga pemain depan. Selainnya punyai Benzema, Griezmann, dan Mbappe, Prancis punyai pemain tengah yang paling aktif menolong baris depan dan dapat memberikan surprise.

“Pemain tengah mereka serang dari dalam. Mereka mempunyai tiga striker bergerak dan dua pemain tengah yang sanggup memperlancar gempuran dari dalam, kadang bahkan juga Kante serang,” tutur Santos.

Penilaian Pertahanan

Prancis punyai amunisi benar-benar mengerikan di baris depan. Di lain sisi, pertahanan Portugal barusan dihancurkan Jerman pada pertandingan awalnya. Santos juga wajib melakukan penilaian selesai kecolongan 4 gol musuh Jerman.

“Kami sudah menganalisa pertandingan menantang Jerman dan sampai pada ringkasan jika kami tidak mainkan style sepak bola Portugal,” kata Santos.

“Ada yang keliru bila sebuah team yang cuman sekali kecolongan 3 gol pada sebuah pertandingan pada 58 pertandingan paling akhir, kecolongan empat untuk pertamanya kali. Anda harus serang dan bertahan secara baik,” tegas Santos.

Baca Juga:  Juventus Sukses Membuntel Piala Coppa Italia